Pengunjung

Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 31
Setelah kalian memahami peta konsep di atas, perhatikan kata-kata kunci berikut
yang merupakan kunci dan cara memahami materi ini.
• Sistem saraf • Neuron • Gerak refleks
• Hormon • Saraf simpatik
• Indra • Saraf parasimpatik
Apakah yang akan kalian lakukan bila tiba-tiba ada cahaya matahari yang memantul
melalui kaca spion dan mengenai mata kalian? Tentu kalian akan memberikan reaksi, ada yang
memalingkan muka, ada yang menyempitkan kelopak mata, ada yang berusaha menghalangi
cahaya dengan telapak tangan.
Reaksi yang kalian lakukan tersebut merupakan suatu kegiatan yang dikendalikan oleh
suatu pengendali atau pengontrol di dalam tubuh, yang disebut sistem koordinasi. Kalian akan
dikenalkan dengan sistem koordinasi sehingga nantinya kalian akan dapat mendeskripsikan
sistem koordinasi, alat indra pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. Tugas
koordinasi tersebut dilakukan oleh hormon, saraf dan indra. Dalam sistem koordinasi diperlukan
tiga komponen agar fungsi koordinasi tersebut dapat berlangsung yaitu reseptor, konduktor, dan
efektor.
Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini.
Peta Konsep
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia
Sistem Koordinasi Indra
menjelaskan
Sistem Saraf Hormon Mata Hidung Telinga Kulit
meliputi meliputi
Bab 3 Sistem Koordinasi
dan Alat Indra
pada Manusia
Kata Kunci
32 IPA Terpadu IX
1. Reseptor
Reseptor adalah bagian tubuh yang berfungsi
sebagai penerima rangsangan. Bagian yang berfungsi
sebagai penerima rangsangan tersebut adalah indra.
2. Konduktor
Konduktor adalah bagian tubuh yang berfungsi
sebagai penghantar rangsangan. Bagian tersebut
adalah sel-sel saraf (neuron) yang membentuk sistem
saraf. Sel-sel saraf ini ada yang berfungsi membawa
rangsangan ke pusat saraf ada juga yang membawa
pesan dari pusat saraf.
3. Efektor
Efektor adalah bagian tubuh yang menanggapi
rangsangan, yaitu otot dan kelenjar (baik kelenjar
endokrin dan kelenjar eksokrin).
Keterkaitan ketiga komponen tersebut dapat kita
buat skema sederhana seperti berikut.
Nah, dari skema di atas tampak jelas bahwa
antara sistem saraf dan indra sangat erat kaitannya
dalam sistem koordinasi.
Berikut ini akan kita bahas mengenai sistem saraf
dan indra tersebut.
rangsangan reseptor neuron pusat saraf neuron efektor tanggapan
A. Pendahuluan
Dalam sistem koordinasi diperlukan tiga
komponen agar fungsi koordinasi dapat
berlangsung, yaitu reseptor, konduktor, dan efektor.
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 33
B. Sistem Saraf
Sebagai sistem koordinasi, sistem saraf
mempunyai fungsi:
1. Pengendalian kerja alat-alat tubuh agar bekerja
serasi.
2. Alat komunikasi antara tubuh dengan lingkungan
di luar tubuh, yang dilakukan oleh ujung saraf
pada indra, dan lingkungan dalam tubuh.
3. Pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran.
Untuk melaksanakan fungsi tersebut maka
sistem saraf tersusun oleh berbagai organ, jaringan
dan juga komponen terkecil yaitu sel.
1. Sel Saraf
Sistem saraf tersusun oleh komponen-komponen
terkecil yaitu sel-sel saraf atau neuron. Neuron inilah
yang berperan dalam menghantarkan impuls
(rangsangan). Sebuah sel saraf terdiri tiga bagian
utama yaitu badan sel, dendrit dan neurit (akson).
Lihat Gambar 3.1
badan sel
akson
seludang myelin
nodus ranvier
Gambar 3.1 Struktur sel saraf
Sumber: Encyclopedia
a. Badan sel
Badan sel saraf mengandung inti sel dan
sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat
mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energi
untuk membawa rangsangan.
34 IPA Terpadu IX
b. Dendrit
Dendrit adalah serabut-serabut yang merupakan
penjuluran sitoplasma. Pada umumnya sebuah
neuron mempunyai banyak dendrit dan ukuran
dendrit pendek. Dendrit berfungsi membawa
rangsangan ke badan sel.
c. Neurit (akson)
Neurit atau akson adalah serabut-serabut yang
merupakan penjuluran sitoplasma yang panjang.
Sebuah neuron memiliki satu akson. Neurit berfungsi
untuk membawa rangsangan dari badan sel ke sel
saraf lain. Neurit dibungkus oleh selubung lemak
yang disebut myelin yang terdiri atas perluasan
membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk
isolator dan pemberi makan sel saraf.
Antara neuron satu dengan neuron satu dengan
neuron berikutnya tidak bersambungan secara
langsung tetapi membentuk celah yang sangat
sempit. Celah antara ujung neurit suatu neuron
dengan dendrit neuron lain tersebut dinamakan
sinapsis (lihat Gambar 3.2). Pada bagian sinaps inilah
suatu zat kimia yang disebut neurotransmiter
(misalnya asetilkolin) menyeberang untuk membawa
impuls dari ujung neurit suatu neuron ke dendrit
neuron berikutnya.
Gambar 3.2 Sinapsis
Sumber: www.latercera.cl
Sinapsis neural
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 35
Berdasarkan bentuk dan fungsinya neuron
dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
a. Neuron sensorik
Neuron sensorik adalah
neuron yang membawa impuls
dari reseptor (indra) ke pusat
susunan saraf (otak dan
sumsum tulang belakang).
b. Neuron motorik
Neuron motorik adalah
neuron yang membawa impuls
dari pusat susunan saraf ke
efektor (otot dan kelenjar).
c. Neuron konektor
Neuron konektor adalah
neuron yang membawa impuls
dari neuron sensorik ke neuron
motorik.
2. Jalan yang Dilalui Impuls
Pada umumnya kita menggerakkan bagian badan
karena kemauan kita atau atas perintah otak. Menulis,
membuka payung, mengambil makanan atau berjalan
merupakan contoh gerak yang kita sadari, sehingga
gerak semacam ini disebut gerak sadar.
Pada gerak sadar ini, gerakan tubuh dikoordinasi
oleh otak. Rangsangan yang diterima oleh reseptor
(indra) disampaikan ke otak melalui neuron sensorik.
Di otak rangsangan tadi diartikan dan diputuskan apa
yang akan dilakukan. Kemudian otak mengirimkan
perintah ke efektor melalui neuron motorik. Otot
(efektor) bergerak melaksanakan perintah otak.
Secara ringkas lintasan/jalan gerak sadar tersebut
dapat kita buat skema sebagai berikut.
Rangsangan neuron sensorik otak neuron motorik gerak
Ujung (1) Neuron sensorik
sensorik
Badan sel
(2) Neuron asosiasi
Myelin
(4) Efektor (3) Neuron motorik
Gambar 3.3 Neuron sensorik, neuron
motorik, dan neuron konektor
Sumber: Biology Life on Earth
36 IPA Terpadu IX
Kadang-kadang bagian tubuh kita juga
melakukan suatu gerakan yang terjadinya secara
tiba-tiba tanpa disadari. Misalnya saat lutut kita
diketuk/ dipukul pada bagian tendon (lihat Gambar
3.4). Akibatnya secara tidak sadar, kaki kita akan
menyentak. Gerakan yang dilakukan oleh kaki
tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tidak diperintah
oleh otak. Gerak semacam ini disebut gerak refleks.
Secara ringkas lintasan gerak refleks dapat kita buat
skema sebagai berikut.
Rangsangan neuron sensorik sumsum tulang belakang
neuron motorik gerak
Gambar 3.4 Jalan yang dilalui impuls gerak refleks spinalis
Sumber: Biologi Jilid 3 (2004): 203
Badan sel neuron sensoris dalam
ganglion akar dorsal
Neuron motoris memfasilitasi
kuadrisep
Neuron sensoris
Resepsor sensoris (regangan)
Otot kuadrisep (ekstendor)
Sumsum tulang belakang
(sayatan melintang)
Neuron motoris
memfasilitasi otot
fleksor
Interneuron
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 37
Kegiatan 3.1
Tapi kalian harus tahu bahwa jalannya impuls
gerak refleks ada dua macam yaitu lintasan refleks
spinalis dan lintasan refleks cranialis. Lintasan refleks
spinalis yaitu lintasan gerak refleks yang melalui
sumsum tulang belakang. Contohnya gerakan
mengangkat kaki secara tiba-tiba saat lutut kita
dipukul. Sedangkan lintasan cranialis yaitu bila lintasan
gerak refleks melalui otak, tetapi otak memberikan
tanggapan secara langsung tanpa kesadaran
manusia. Contoh gerak refleks yang melalui lintasan
cranialis adalah gerak mengecilnya pupil mata apabila
mata menerima cahaya yang terang.
Untuk mengetahui gerak refleks lakukan kegiatan
berikut.
Gerak Refleks
A. Tujuan
Untuk mengetahui gerak refleks pada pupil mata.
B. Alat dan Bahan
Lampu senter kecil
C. Cara Kerja
1. Perhatikan pupil mata teman kalian.
2. Tanpa memberitahukan kepadanya, arahkan nyala lampu
senter ke mata teman kalian tersebut.
3. Amatilah perubahan yang terjadi pada pupil mata teman
kalian.
4. Tanyakan kepada teman kalian tersebut, apakah dia
menyadari perubahan yang terjadi pada pupil matanya.
5. Gambarkan pada kertas manila keadaan pupil teman kalian
sebelum dan sesudah disinari.
6. Jelaskan hasil pengamatan kalian kepada teman di kelas kalian.
38 IPA Terpadu IX
3. Susunan Saraf Manusia
Jutaan sel-sel saraf bergabung membentuk suatu
sistem yang dinamakan sistem saraf. Sistem saraf
manusia terdiri dari susunan saraf pusat dan
susunan saraf tepi. Susunan saraf pusat terdiri atas
otak dan sumsum tulang belakang sedangkan
susunan saraf tepi tersusun atas serabut-serabut
saraf yang menuju ke susunan saraf pusat dan dari
susunan saraf pusat ke seluruh tubuh. Perhatikan
skema sistem saraf manusia berikut.
4. Sistem Saraf Pusat
Seluruh kegiatan tubuh manusia
diatur oleh pusat susunan saraf yaitu
otak dan sumsum tulang belakang.
Gambar 3.5 Sistem saraf manusia
Sumber: Biologi Jilid 3 (2004): 218
otak
sumsum tulang belakang
saraf kranial
ganglia di luar sistem saraf pusat
saraf spinal
Skema. Sistem saraf manusia
saraf sadar
otak
otak besar
otak kecil
sumsum lanjutan
saraf pusat
saraf simpatik
saraf para simpatik
saraf tak
sadar
31 pasang saraf sumsum tulang
belakang
12 pasang saraf otak
sumsum tulang belakang
saraf tepi
sistem saraf
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 39
Gambar 3.6 Otak manusia
Sumber: Biologi Jilid 3 (2004)
otak besar
otak kecil
sumsum
lanjutan
sumsum tulang
belakang
a. Otak
Otak terletak di rongga tengkorak dan
dibungkus oleh tiga lapis selaput kuat yang
disebut meninges. Selaput paling luar
disebut duramater, paling dalam adalah
piamater dan yang tengah disebut
arachnoid. Di antara ketiga selaput
tersebut terdapat cairan serebrospinal
yang berfungsi untuk mengurangi
benturan atau goncangan. Peradangan
yang terjadi pada selaput ini dinamakan
meningitis. Penyebabnya bisa karena
infeksi virus.
Otak manusia terbagi menjadi tiga
bagian yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil
(cerebellum) dan batang otak.
1) Otak besar (cerebrum)
Otak besar manusia terletak di dalam tulang
tengkorak. Otak besar memiliki permukaan yang
berlipat-lipat dan terbagi atas dua belahan. Belahan
otak kiri melayani tubuh sebelah kanan dan belahan
otak kanan melayani tubuh sebelah kiri.
Otak besar terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar
berwarna kelabu disebut korteks, berisi badan-badan
sel saraf. Lapisan dalam berwarna putih berisi
serabut-serabut saraf.
Otak besar berfungsi sebagai pusat kegiatankegiatan
yang disadari seperti berpikir, mengingat,
berbicara, melihat, mendengar, dan bergerak.
2) Otak kecil (cerebellum)
Otak kecil terletak di bawah otak besar bagian
belakang. Susunan otak kecil seperti otak besar.
Terdiri atas belahan kanan dan kiri serta terbagi
menjadi dua lapis. Lapisan luar berwarna kelabu dan
bagian dalam berwarna putih. Belahan kanan dan
kiri otak kecil dihubungkan oleh jembatan Varol.
Otak kecil berfungsi untuk mengatur
keseimbangan tubuh dan mengkoordinasi kerja otototot
ketika kita bergerak.
40 IPA Terpadu IX
3) Sumsum lanjutan
Sumsum lanjutan membentuk bagian bawah
batang otak serta menghubungkan pons Varoli
dengan sumsum tulang belakang. Sumsum tulang
belakang berfungsi sebagai:
a) pusat pengendali pernapasan,
b) menyempitkan pembuluh darah,
c) mengatur denyut jantung,
d) mengatur suhu tubuh.
b. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang
terdapat memanjang di dalam
rongga tulang belakang, mulai
dari ruas-ruas tulang leher
sampai ruas tulang pinggang ke
dua. Sumsum tulang belakang
juga dibungkus oleh selaput
meninges.
Bila diamati secara
melintang, sumsum tulang
belakang bagian luar tampak
berwarna putih (substansi alba)
dan bagian dalam yang
berbentuk seperti kupu-kupu,
berwarna kelabu (substansi
grissea). Pada bagian yang
berwarna putih banyak
mengandung akson (neurit)
yang diselimuti myelin. Bagian ini untuk
menghantarkan impuls menuju otak dan dari otak
menuju efektor. Bagian yang berwarna kelabu
mengandung serabut saraf yang tidak ada myelinnya.
Bagian ini dibedakan dua yaitu akar dorsal atau akar
posterior dan akar ventral atau akar anterior. Akar
dorsal mengandung neuron sensorik dan akar ventral
mengandung neuron motorik.
Sumsum tulang belakang berfungsi untuk:
a) menghantarkan impuls dari dan ke otak,
b) memberi kemungkinan jalan terpendek gerak
refleks.
Gambar 3.7 Diagram penampang
melintang sumsum tulang belakang
Substansi
alba
Akar dorsal (Serabut sensorik)
Ganglion dorsal
Substansi
kelabu Akar ventral (Serabut motorik)
Dorsal
Sumsum tulang
belakang
Serabut saraf
Cakram
antarruas
tulang belakang
Ruas tulang
belakang
Ventral
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 41
5. Susunan Saraf Tepi
Susunan saraf tepi tersusun atas serabutserabut
saraf dari dan ke pusat susunan saraf.
Susunan saraf tepi berupa 12 pasang serabut saraf
dari otak dan 31 pasang serabut saraf dari sumsum
tulang belakang.
a. Saraf otak (saraf cranial)
Saraf otak terdapat pada bagian kepala yang
keluar dari otak dan melewati lubang yang terdapat
pada tulang tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12
pasang, berhubungan erat dengan otot mata,
telinga, hidung, lidah dan kulit. Kedua belas pasang
urat saraf otak tersebut secara ringkas tercantum
dalam Tabel 3.1 berikut.
Urutan Saraf dan Fungsi Nama Saraf Sifat Saraf
Saraf
I Nervus olfactorius Sensorik Hidung, sebagai alat penciuman
II Nervus optikus Sensorik Bolamata, untuk penglihatan
III Nervus okulomotoris Motorik Penggerak bola mata dan
mengangkat kelopak mata
IV Nervus troklearis Motorik Mata, memutar mata dan
penggerak bola mata
V Nervus trigeminus Motorik -
dan sensorik
- N. Oftalmikus Motorik Kulit kepala dan kelopak
dan sensorik mata atas
- N. Maksilaris Sensorik Rahang atas, palatum dan
hidung
N. Mandibularis Motorik Rahang bawah dan lidah
dan sensorik
VI Nervus abdusen Motorik Mata, penggoyang sisi mata
VII Nervus fasialis Motorik Otot lidah, menggerakkan lidah
dan sensorik dan selaput lendir rongga mulut
VIII Nervus auditorius Sensorik Telinga, rangsangan
pendengaran
IX Nervus gloso-faringeis Sensorik Faring, tonsil dan lidah,
dan motorik rangsangan cita rasa
X Nervus vagus Sensorik Jantung, lambung, usus halus,
dan motorik laring
XI Nervus asesorius Motorik Leher, otot leher
XII Nervus hipoglosus Motorik Lidah, cita rasa, dan otot lidah
Tabel 3.1 Sifat dan Fungsi Saraf Otak
Sumber: Anatomi Fisiologi untuk Siswa Perawat
42 IPA Terpadu IX
Dari kedua belas saraf otak tersebut dapat
dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu:
1) saraf sensorik : saraf nomor I, II, VIII
2) saraf motorik : saraf nomor III, IV, VI, XI, XII
3) saraf gabungan sensorik dan motorik : saraf
nomor V, VII, IX, dan X
Ada saraf yang memiliki jangkauan fungsi sangat
luas yaitu saraf nomor X (saraf vagus). Sehingga
disebut saraf pengembara. Sifat kerja saraf vagus
seperti saraf parasimpatik.
b. Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal)
Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31
pasang yang keluar dari:
1) Ruas-ruas tulang leher : 8 pasang
2) Ruas-ruas tulang punggung : 12 pasang
3) Ruas-ruas tulang pinggang : 5 pasang
4) Ruas-ruas tulang kelangkang : 5 pasang
5) Ruas-ruas tulang ekor : 1 pasang
Semua saraf sumsum tulang belakang bersifat
campuran artinya saraf ini untuk meneruskan impuls
dari reseptor ke sistem saraf pusat juga meneruskan
impuls dari sistem saraf pusat ke semua otot rangka
tubuh. Semua neuron sensorik masuk ke sumsum
tulang belakang melalui akar dorsal dan neuron
motorik keluar dari sumsum tulang belakang melalui
akar ventral.
6. Sistem Saraf Tak Sadar (Saraf Autonom)
Sistem saraf autonom merupakan bagian dari
susunan saraf tepi yang bekerjanya tidak dapat
disadari dan bekerja secara otomatis. Sistem saraf
autonom mengendalikan kegiatan organ-organ dalam
seperti otot perut, pembuluh darah, jantung dan
alat-alat reproduksi.
Menurut fungsinya, saraf autonom terdiri atas
dua macam yaitu:
a. Sistem saraf simpatik
b. Sistem saraf parasimpatik
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 43
Sistem saraf simpatik terdiri atas 25 pasang
ganglion yang berasal dari:
1) Ruas tulang belakang : 3 pasang
2) Ruas tulang punggung : 11 pasang
3) Ruas tulang pinggang : 4 pasang
4) Ruas tulang kelangkang : 4 pasang
5) Ruas tulang ekor : 3 pasang
Dari ganglion-ganglion tersebut keluar serabut
saraf yang mengendalikan kerja organ seperti
jantung, pembuluh darah, kelenjar keringat dan
semua alat dalam. Serabut saraf dari sistem saraf
parasimpatik juga menuju organ-organ yang
dikendalikan oleh saraf simpatik.
Sistem saraf simpatik dan sistem saraf
parasimpatik bekerja secara antagonis (berlawanan)
dalam mengendalikan kerja suatu organ. Organ atau
kelenjar yang dikendalikan oleh sistem saraf simpatik
dan sistem saraf parasimpatik disebut sistem
pengendalian ganda. Apabila suatu organ menjadi
aktif karena rangsangan saraf simpatik, maka di lain
pihak akan dilambatkan atau dihentikan oleh saraf
parasimpatik.
Info MEDIA
Dalam keadaan tidak terangsang, suatu serabut saraf bermuatan
listrik positif di bagian luar, dan negatif di bagian dalam. Jika ada
suatu rangsang, rangsangan tersebut akan membangkitkan suatu
impuls yang diteruskan sepanjang serabut saraf. Selama perjalanan
melalui serabut saraf, impuls saraf akan menyebabkan depolarisasi
serabut yang dilaluinya.
Setelah impuls melalui suatu tempat, tempat tersebut segera
akan terpolarisasi kembali seperti semula. Serabut yang dilapisi mielin
dapat meneruskan impuls dengan kecepatan 100 meter per detik,
sedangkan serabut yang tidak dilapisi mielin hanya meneruskan impuls
dengan kecepatan 25 meter per detik.
44 IPA Terpadu IX
Perhatikan perbandingan pengaruh kerja saraf
simpatik dan saraf parasimpatik pada Gambar 3.9.
Untuk memahami lebih banyak pengaruh kerja
saraf simpatik dan saraf parasimpatik, isilah tabel
pada Kegiatan 3.2 berikut ini dengan pengaruh yang
ditimbulkan kerja kedua saraf tersebut.
Gambar 3.8 Sistem saraf simpatik dan parasimpatik
Sumber: Biologi Jilid 3 (2004): 220
Menyempitkan
pupil mata
Merangsang
kelenjar ludah
Memperlambat
denyut jantung
Menyempitkan bronki
paru-paru
Merangsang aktivitas
lambung dan usus
Merangsang aktivitas
pankreas
Merangsang kantung
empedu
Meningkatkan
pengosongan
kantung kemih
Meningkatkan
ereksi genitalia
Meleburkan pupil
mata
Menghambat sekresi
kelenjar ludah
Merelaksasikan bronki
di paru-paru
Mempercepat denyut
jantung
Menghambat aktivitas
lambung dan usus
Menghambat aktivitas
pankreas
Merangsang pelepasan
glukosa dan hati
menghambat kantung
empedu
Merangsang medula
adrenal
Menghambat pengosongan
kantung kemih
Meningkatkan ejakulasi dan
kontraksi vagina
Parasimpatik Simpatik
Ganglia
simpatik
Serviks
Toraks
Lumbar
Sakral
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 45
Kegiatan 3.2
Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik
Tabel 3.2 Pengaruh Saraf Simpatik dan Parasimpatik
terhadap Aktivitas Organ
No. Aktivitas Organ Pengaruh yang Ditimbulkan oleh:
atau Kelenjar Saraf Simpatik Saraf Parasimpatik
1. Denyut jantung
2. Pembuluh darah
3. Pupil mata
4. Tekanan darah
5. Kelenjar ludah
6. Peristaltik lambung
7. Kandung kemih
8. Bronkus
9. Alat reproduksi
10. Pernapasan
Pertanyaan
1. Sebutkan aktivitas organ tubuh atau kelenjar yang dihambat
oleh kerja saraf simpatik!
2. Sebutkan juga aktivitas organ tubuh atau kelenjar yang dipacu
oleh kerja saraf simpatik!
3. Sebutkan aktivitas organ tubuh yang dihambat oleh kerja saraf
parasimpatik!
4. Sebutkan juga aktivitas organ yang dipacu/digiatkan oleh saraf
parasimpatik!
5. Apakah kesimpulan kalian tentang kerja saraf simpatik dan
parasimpatik?
46 IPA Terpadu IX
Info MEDIA
Apakah Penyakit Parkinson Itu?
Kerusakan yang terjadi pada kumpulan sel-sel saraf di bagian
bawah otak besar akan menyebabkan gerakan-gerakan yang tidak
perlu pada bagian-bagian anggota tubuh. Misalnya, otot-otot pada
lengan yang kadang-kadang kontraksi dan relaksasi sehingga tangan
menjadi bergetar atau tremor.
Kerusakan itu juga dapat
menyebabkan kontraksi yang
berkelanjutan pada otot bagian
tubuh yang lain, misalnya pada
otot wajah, yang menyebabkan
wajah menjadi kaku,
sehingga kelihatan seperti
topeng. Keadaan seperti inilah
yang disebut penyakit Parkinson.
Penyakit Parkinson
tidak menyerang batang otak,
sehingga penglihatan, pendengaran,
dan kecerdasan
penderita tidak terganggu.
Lateral ventricles
Nigro-striatal
neurons
Striatum
Caudate
nucleus
Pulamen
Substantia
nigra
􀁞
C. Sistem Indra
Di bagian awal pokok bahasan ini sudah
disinggung bahwa indra berperan sebagai reseptor,
yaitu bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima
rangsangan. Ada lima macam indra yang berfungsi
sebagai penerima rangsangan yaitu:
1. Mata, sebagai penerima rangsang cahaya
(fotoreseptor).
2. Telinga, sebagai penerima rangsang getaran
bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya
indra keseimbangan (statoreseptor).
3. Hidung, sebagai penerima rangsang bau berupa
gas (kemoreseptor).
4. Lidah, sebagai penerima rangsang zat yang
terlarut (kemoreseptor).
5. Kulit, sebagai penerima rangsang sentuhan
(tangoreseptor) dan suhu (temperatur).
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 47
Gambar 3.9 Bagian-bagian mata
Retina
Arteri dan vena retina
Koroid
Fovea
Saraf optik
Bintik buta
Sklera
Vitreus humor
Kornea
Iris
Lensa
Pupil
Aqueous
humor
Ligamen
penggantung
Otot
Tiap indra akan berfungsi dengan sempurna apabila:
1. Indra tersebut secara anatomi tidak ada kelainan.
2. Bagian untuk penerima rangsang bekerja dengan
baik.
3. Saraf-saraf yang membawa rangsang dari dan
ke otak bekerja baik.
4. Pusat pengolahan rangsang di otak bekerja baik.
Bila salah satu dari bagian tersebut rusak atau
terganggu, maka hubungan dengan dunia luar akan
terganggu juga.
1. Mata
Mata berfungsi untuk menerima rangsang berupa
cahaya, karena di dalamnya terdapat reseptor
penerima cahaya yang disebut fotoreseptor.
Mata terletak di dalam rongga mata yang
dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak.
Selain itu mata juga dilindungi oleh:
a. Kelopak mata, berupa kulit tipis yang berfungsi
untuk melindungi mata dari debu atau sentuhan
benda.
b. Bulu mata, untuk melindungi mata dari cahaya
yang terlalu menyilaukan.
c. Alis, untuk melindungi mata dari aliran keringat
dan air hujan.
d. Air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata,
untuk menjaga kelembapan mata dan
membersihkan mata dari debu dan bakteri.
48 IPA Terpadu IX
Mata manusia berbentuk agak bulat dengan garis
tengah kurang lebih 2,5 sentimeter. Mata tersebut
terdiri atas tiga lapisan jaringan yaitu:
a. Lapisan sklera atau selaput putih
Merupakan lapisan paling luar, sangat kuat.
Lapisan ini berwarna putih sehingga sering disebut
lapisan putih mata. Di bagian depan lapisan ini
membentuk kornea yang bening, untuk menerima
cahaya masuk ke dalam mata. Kornea ini selalu basah
oleh air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata.
b. Lapisan koroid atau selaput hitam
Merupakan lapisan di bawah sklera dan lapisan
tengah bola mata. Bagian ini banyak mengandung
melanin dan pembuluh darah. Berfungsi untuk
menghentikan refleksi cahaya yang menyimpang di
dalam mata.
Di bagian depan mata, koroid membentuk iris. Iris
ini mengandung pigmen hitam, biru, hijau atau coklat,
sehingga dapat sebagai penentu warna mata. Di bagian
tengah iris terdapat pupil yang merupakan celah
(bukaan), untuk mengatur intensitas cahaya yang
masuk mata.
Di belakang iris terdapat lensa mata berbentuk
cembung di kedua sisi yang diikat oleh ligamen
suspensori. Mencembung atau memipihnya lensa
menyebabkan mata berakomodasi. Lihat Gambar
3.10 yang memperlihatkan perubahan lensa mata.
Ligamen
penggantung
Otot relaksasi
Benda jauh
Ligamen
penggantung
Benda dekat
Otot kontraksi
a. Mata melihat benda dekat b. Mata melihat benda jauh
Gambar 3.10 Bentuk lensa mata saat melihat benda dekat dan jauh
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 49
Gambar 3.11 Skema sel kerucut dan sel batang
Badan sel
Terminal sinaptik Segmen bagian luar
Sel batang
Cakram bermembran yang Sel Kerucut
mengandung pigmen visual
c. Retina atau selaput pelangi
Retina adalah lapisan mata paling dalam. Pada
lapisan ini terdapat bagian yang paling peka terhadap
cahaya yaitu bintik kuning (fovea). Selain itu pada
retina juga terdapat bintik buta, yaitu tempat
keluarnya saraf mata.
Pada retina tersusun kurang lebih 125 juta selsel
batang (sel basilus) yang mampu menerima
rangsang cahaya tidak berwarna dan untuk melihat
pada keadaan cahaya redup. Selain sel batang, pada
retina juga terdapat kurang lebih 7 juta sel kerucut
(sel konus) yang berfungsi menerima rangsang
cahaya kuat dan berwarna. Sel kerucut lebih banyak
terdapat pada bagian bintik kuning (fovea centralis).
Jadi bila ingin melihat suatu benda dengan jelas,
maka bayangan harus jatuh di bagian ini.
Gambar 3.12 Kedudukan sel kerucut dan sel batang pada retina
Sel berpigmen
Sel horizontal
Sel amakrin
Sinar masuk
Sel kerucut
Lapisan Sel bipolar Sel batang
ganglion
Saraf mata
Retina
Sinar
masuk
Saraf mata
50 IPA Terpadu IX
Kegiatan 3.3
Di retina juga dijumpai daerah yang sama sekali
tidak mengandung sel batang ataupun sel kerucut.
Bagian ini disebut bintik buta. Bila cahaya jatuh di
daerah ini, kita tidak bisa melihat apa-apa
Untuk memahami fungsi bagian-bagian mata,
coba kalian isi Tabel 3.3 kegiatan berikut.
Tabel 3.3 Fungsi Bagian-bagian Mata
No. Bagian Mata Fungsi
1. Kornea
2. Iris dan pupil
3. Lensa
4. Retina
5. Bintik buta
6. Selaput hitam
7. Kelopak mata
8. Bulu mata
9. Air mata
10. Aqueous humor
Suatu benda dapat dilihat oleh mata, bila benda
tersebut memantulkan cahaya. Cahaya yang
dipantulkan oleh benda masuk ke mata melalui kornea
dan diteruskan ke lensa melalui pupil. Oleh lensa,
cahaya tersebut dibiaskan dan difokuskan di retina
sehingga membentuk bayangan kecil dan terbalik
pada retina. Tetapi oleh otak bayangan tersebut
diartikan seperti gambar yang kita lihat.
Proses melihat dapat dijelaskan sebagai berikut.
Cahaya dipantulkan oleh benda 􀁯 ditangkap oleh kornea 􀁯
melewati pupil 􀁯 lensa 􀁯 aqueos humor 􀁯 retina 􀁯 bayangan
􀁯 otak 􀁯 kesan melihat
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 51
Kegiatan 3.4
Bayangan benda yang jatuh pada bintik buta
tidak akan terlihat. Untuk mengetahui adanya bintik
buta tersebut, lakukan kegiatan berikut.
Nama Jarak Ujung Bolpoint Merah
Mulai Tidak Tampak (cm)
Jarak Ujung Bolpoint Hitam
Mulai Tidak Tampak (cm)
I II III
Ratarata
I II III
Ratarata
Menentukan Bintik Buta
A. Tujuan
Mengetahui adanya bintik buta pada mata
B. Alat dan Bahan
Meja, Bolpoint warna hitam dan merah (dapat diganti warna
lain), Mistar.
C. Cara Kerja
1. Bekerjalah secara berkelompok beranggotakan tiga siswa.
2. Suruh teman kalian menempatkan bolpoint warna merah dan
hitam berimpit pada tepi meja dengan ujung di atas. Warna
merah di tangan kanan dan hitam di tangan kiri.
3. Tutup mata kanan kalian dengan telapak tangan. Arahkan
pandangan mata kiri kalian pada ujung bolpoint warna hitam.
Jangan melirik balpoin warna merah.
4. Suruh teman kalian menggeser bolpoint warna merah ke
arah kanan secara perlahan-lahan. Apa yang terjadi?
Saat ujung bolpoint warna merah di tangan kanan teman kalian
tidak tampak, kalian telah menemukan bintik buta mata kiri.
5. Lakukan kegiatan yang sama pada mata kanan.
6. Ukurlah jarak ujung bolpoint tersebut mulai tidak tampak
dari tempat semula.
7. Ulangi masing-masing mata sebanyak tiga kali.
8. Catatlah dalam tabel.
9. Lakukan juga terhadap teman yang lain.
D. Tabel Pengamatan
52 IPA Terpadu IX
E. Pertanyaan
1. Bagaimanakah jarak bolpoint merah dan hitam mulai tidak
tampak?
2. Samakah jarak bolpoint mulai tidak tampak antara siswa satu
dengan yang lain?
3. Apakah kesimpulan kalian tentang bintik buta dari percobaan ini?
2. Telinga
Telinga merupakan tempat beradanya indra
pendengaran dan keseimbangan. Telinga manusia
terdiri atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga
tengah dan telinga dalam.
a. Telinga luar
Telinga luar terdiri atas:
1) Daun telinga, berfungsi untuk menampung atau
mengumpulkan gelombang bunyi.
2) Liang telinga (saluran auditori), berfungsi untuk
menyalurkan gelombang bunyi ke selaput
gendang telinga. Liang telinga panjangnya kurang
lebih 2,5 sentimeter. Di sepanjang dinding liang
telinga terdapat rambut halus, kelenjar minyak
dan kelenjar keringat, yang berfungsi
menghalangi debu dan air yang masuk.
3) Selaput gendang telinga (membran tymphani),
yang membatasi telinga luar dan telinga tengah.
Berfungsi untuk menangkap getaran.
b. Telinga tengah
Telinga bagian tengah terdiri atas:
1) Tulang-tulang pendengaran (osikel), yaitu berupa
tiga tulang kecil yang bersambung dari selaput
gendang telinga menuju telinga dalam. Ketiga
tulang tersebut adalah tulang martil (malleus),
yang letaknya paling luar berhubungan dengan
selaput gendang telinga. Berikutnya adalah
tulang landasan (inkus) yang menghubungkan
martil dan sanggurdi. Tulang paling dalam adalah
tulang sanggurdi (stapes), yang melekat dengan
saluran rumah siput pada tingkap jorong.
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 53
2) Saluran Eustachius, yaitu saluran sempit yang
menghubungkan telinga tengah dengan bagian
belakang tenggorokan. Saluran ini terbuka saat
kita mengunyah, menguap, bersin atau membuka
mulut. Fungsi saluran ini adalah untuk
memasukkan udara ke rongga telinga tengah
sehingga tekanan udara di kedua gendang telinga
sama dengan udara di luar tubuh.
c. Telinga dalam
Telinga bagian dalam terdiri atas:
1) Tingkap jorong dan tingkap bulat, merupakan
membran yang terdapat pada pangkal saluran
rumah siput (kokhlea). Tingkap jorong
merupakan membran berbentuk oval yang
berhubungan dengan tulang sanggurdi.
Sedangkan tingkap bundar merupakan membran
berbentuk bundar/ bulat. Tingkap berfungsi
untuk menyalurkan getaran ke telinga dalam dan
tingkap bulat sebagai penyeimbang getaran.
2) Saluran rumah siput (kokhlea), yaitu saluran
berbentuk spiral menyerupai rumah siput. Di
dalam kokhlea ( di bagian tengah) terdapat organ
corti, yang berisi ribuan "sel rambut" yang peka
terhadap getaran. Impuls yang timbul di dalam
sel rambut tersebut diteruskan oleh saraf auditori
ke otak (lihat Gambar 3.13).
Gambar 3.13 Bagian-bagian telinga manusia
Sumber: Biologi 2
Osikel
Saluran
pendengaran
Jendela
oval
Jendela
bulat
Membran tektorial Limfa
Saraf auditori
Koklea
Sel-sel
rambut
Membran
basilar
Limfa
Organ corti Ke saraf auditori
Tabung
Bustachius
Jendela
bulat
Membran timpani
(Gendang telinga)
Saluran auditori
Telinga tengah
Koklea yang diluruskan (skema)
Irisan melintang melalui koklea
54 IPA Terpadu IX
3) Tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semi
sirkularis), yaitu tiga buah saluran setengah
lingkaran yang satu dengan yang lain membentuk
sudut 90°. Pada ujung setiap saluran terdapat
penebalan (menggelembung) yang disebut ampulla
dan bergabung dengan utrikulus dan sakulus.
Bagaimanakah kita dapat mendengar suatu bunyi?
Kita dapat mendengar suatu bunyi pada dasarnya
dengan urutan sebagai berikut (lihat Gambar 3.15).
1) Gelombang bunyi diterima daun telinga.
2) Gelombang bunyi disalurkan masuk oleh liang
telinga.
3) Gelombang bunyi menggetarkan gendang telinga.
4) Getaran tersebut diteruskan oleh tulang-tulang.
pendengaran (osikel).
5) Getaran diteruskan ke tingkat jorong dan
menggetarkan cairan limfe di dalam kokhlea.
6) Getaran cairan limfe di dalam kokhlea
menggerakkan sel reseptor organ korti, yang
menghasilkan impuls untuk dihantarkan oleh
saraf pendengar ke otak untuk diartikan.
7) Getaran cairan limfe juga menggerakkan tingkap
bulat bergerak keluar masuk untuk mengatur
tekanan udara di dalam agar seimbang dengan
tekanan di luar.
Bunyi yang didengar manusia adalan bila bunyi
tersebut mempunyai frekuensi 20 - 20 000 getaran/
detik (Hz).
Gambar 3.14 Jalan gelombang bunyi dalam telinga
Sumber: Memahami dunia tersembunyi; Panca Indra
1
2
3
4
5
6
7
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 55
Selain sebagai indra pendengaran, telinga juga
sebagai indra keseimbangan. Fungsi keseimbangan
ini terdapat pada telinga dalam yang dilaksanakan
oleh tiga saluran setengah lingkaran utrikulus dan
sakulus. Dengan adanya tiga organ tersebut maka
telinga bagian dalam dapat mendeteksi:
1) Posisi tubuh yang berhubungan dengan gravitasi
(keseimbangan statis) yang dilakukan oleh
utrikulus dan sakulus.
2) Gerakan tubuh (keseimbangan dinamis) yang
dilakukan oleh tiga saluran setengah lingkaran.
Pada ujung setiap saluran setengah lingkaran
terdapat struktur yang disebut ampulla. Di dalamnya
terdapat reseptor menyerupai rambut yang
berhubungan dengan serabut saraf otak. Sel-sel yang
menyerupai rambut tersebut menghadap ke bagian
yang berbentuk jeli (lihat Gambar 3.15). Dengan
adanya gerakan tubuh (kepala), maka cairan yang
ada di dalam saluran setengah lingkaran bergerak
dan merangsang sel reseptor seperti rambut
tersebut. Oleh sel reseptor gerakan tersebut diubah
menjadi impuls dan diteruskan ke otak dan otak
memerintah otot menjaga keseimbangan tubuh.
Sedangkan di utrikulus dan sakulus terdapat batu
kecil yang disebut otolith. Batu tersebut merangsang
dengan cara menekan sel reseptor serta bereaksi
terhadap gravitasi. Otak akan dapat menentukan
posisi kepala dari gerakannya.
Gambar 3.15 Reseptor-reseptor pada saluran setengah
lingkaran, sakulus dan utrikulus.
Sumber: Biologi Jilid 3 (2004): 247
Aliran endolimfa
Kepala
Rambut
Sel
rambut
Serabut
saraf
Arah pergerakan tubuh
Kepala
Saluran Aliran endolimfa Ampula
semisirkuler
Saraf vestibuler
Vestibula
Utrikel
Sakul
56 IPA Terpadu IX
Bulbus
olfaktoris
Tulang
Sel epitelium
Sel
kemoreseptor
Silla
Potensial aksi
Mukus
Otak
Rongga
hidung
Gambar 3.16 Skema sel-sel penerima rangsang bau
Sumber: Biologi Jilid 3 (2004): 251
3. Hidung
Hidung manusia merupakan organ tempat
beradanya reseptor pembau (khemoreseptor). Maka
dengan organ ini kita dapat mengetahui berbagai
macam bau. Bahkan hanya dengan mambau saja
kita dapat mengetahui nama benda tanpa harus
melihatnya.
Sel-sel reseptor yang berfungsi untuk menerima
rangsangan zat kimia berupa uap terletak di rongga
hidung bagian atas (lihat Gambar 3.16). Daerah ini
memiliki ukuran sekitar 250 mm2. Sel-sel reseptor ini
mempunyai rambut-rambut halus (silia) di ujungnya
dan diliputi selaput lendir yang berfungsi sebagai
pelembap. Dari sel-sel reseptor ini rangsang dibawa
oleh serabut saraf menuju pusat pembau di otak.
Kita dapat membau suatu zat karena zat yang
berupa uap tersebut masuk ke rongga hidung sewaktu
kita menarik napas. Zat tersebut akan dilarutkan pada
selaput lendir dan merangsang sel-sel reseptor,
kemudian dibawa oleh saraf pembau ke otak sehingga
kita dapat mengetahui bau tersebut.
Proses membau dapat dijelaskan sebagai berikut.
Bau di udara pernapasan 􀁯 masuk rongga hidung 􀁯 larut dalam
selaput lendir 􀁯 diterima saraf pembau 􀁯 menuju otak 􀁯 terjadi
kesan bau.
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 57
4. Lidah
Lidah merupakan tempat beradanya indra pengecap
(khemoreseptor). Zat yang dapat dikecap adalah zatzat
kimia berupa larutan. Pada saat kita mengecap
makanan, rasa yang timbul sebenarnya adalah
perpaduan antara rasa dan bau. Oleh karena itu indra
pengecap erat kaitannya dengan indra pembau.
Lidah terbentuk oleh jaringan otot yang ditutupi
oleh selaput lendir yang selalu basah dan berwarna
merah jambu. Di dalam mulut, permukaan lidah terasa
halus dan licin. Coba kalian perhatikan lidah kalian di
cermin, maka akan tampak tonjolan-tonjolan kecil di
permukaan lidah. Tonjolan kecil itu disebut papila. Ada
tiga jenis papila yang ada di permukaan lidah yaitu:
a. Papila sirkumvalata, yang berbentuk cincin. Papila
ini terdapat di pangkal lidah, berjajar membentuk
huruf V.
b. Papila fungiformis, yang berbentuk seperti jamur.
Papila ini menyebar di permukaan ujung dan sisi
lidah.
c. Papila filiformis, yang berbentuk seperti rambut.
Papila ini merupakan papila terbanyak. Papila ini
lebih banyak berfungsi sebagai perasa sentuhan
daripada pengecap.
Pada papila-papila inilah terdapat kuncup
pengecap yang merupakan kumpulan ujung-ujung
saraf pengecap dan oleh serabut-serabut saraf
dihubungkan dengan otak.
Suatu zat dapat dirasakan oleh lidah bila zat
tersebut berupa larutan. Larutan tersebut kemudian
memenuhi parit-parit di sekitar papila-papila. Karena
pada papila tersebut terdapat kuncup-kuncup
pengecap, maka zat yang mengisi parit tersebut
merangsang kuncup pengecap. Rangsangan ini
diteruskan oleh serabut saraf menuju ke otak untuk
diartikan.
Kuncup-kuncup pengecap dapat membedakan
empat rasa pokok yaitu asam, pahit, manis dan asin.
Namun terkadang kita juga dapat merasakan lebih
dari empat rasa tersebut. Hal ini terjadi karena
melibatkan faktor-faktor lain yaitu:
58 IPA Terpadu IX
a. Kombinasi keempat rasa utama tersebut
menghasilkan rasa baru.
b. Peranan reseptor-reseptor pencium, suhu dan
sentuhan.
Keempat rasa tersebut di atas, dirasakan oleh
kuncup-kuncup pengecap yang berbeda dan kuncupkuncup
tersebut berkumpul pada bagian tertentu di
permukaan lidah (lihat Gambar 3.17). Namun tiap
orang mempunyai variasi keluasan daerah
penyebaran rasa tersebut.
Untuk mengetahui bagian-bagian mana dari lidah
yang peka terhadap rasa manis, asin, pahit dan asam,
lakukan kegiatan berikut.
Gambar 3.17 Penyebaran daerah rasa pada permukaan lidah
Sumber: Biologi 2
Kegiatan 3.5
Daerah Kepekaan Lidah
A. Tujuan
Mengenal daerah-daerah pada lidah yang paling peka terhadap
rasa manis, asam, pahit dan asam.
manis asam asin pahit
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 59
B. Alat dan Bahan
1. 4 gelas
2. Larutan gula
3. Larutan asam cuka encer
4. Larutan garam dapur
5. Larutan pil kina (dapat diganti larutan pahit yang lain)
6. Cotton bud atau kapas bertangkai
7. Kertas hisap atau tisu
8. Saputangan besar
9. Air masak secukupnya untuk berkumur
C. Cara Kerja
1. Siapkan larutan gula, larutan asam cuka encer, larutan garam
dan larutan pil kina dalam gelas dan beri label A,B,C dan D.
A B C D
Larutan gula Larutan cuka Larutan garam Larutan Pil Kina
2. Tutuplah kedua mata teman kalian dengan menggunakan
saputangan besar. Mintalah dia berkumur dan menjulurkan
lidahnya untuk dikeringkan.
3. Celupkan cotton bud ke dalam larutan gelas A dan usapkan
pada salah satu bagian permukaan lidah, misalkan bagian pangkal
lidah (bagian1).
4. Tanyakan kepada teman kalian tadi apakah merasakan cairan
tersebut. Jawaban cukup mengangguk, bila merasakan dan
menggelengkan kepala bila tidak merasakan. Catat dalam tabel
pengamatan dengan memberi tanda + bila merasakan dan tandabila
tidak merasakan.
5. Lakukan juga cara yang sama untuk bagian 2,3 dan 4 pada
lidah teman kalian tersebut.
Setiap ganti larutan gunakan cotton bud yang baru dan selalu
berkumur dulu lalu dikeringkan.
6. Lakukan cara seperti di atas, untuk larutan B kepada teman
kedua, larutan C untuk teman ketiga dan larutan D untuk kalian
sendiri.
60 IPA Terpadu IX
D. Tabel Pengamatan
Larutan Pangkal Lidah Tepi Lidah Tengah Lidah Ujung Lidah
(Bagian 1) (Bagian 2) (Bagian 3) (Bagian 4)
Gula
Cuka encer
Garam
Pil kina
E. Pertanyaan
1. Berdasarkan hasil pengujian di atas, sebutkan bagian permukaan
lidah yang peka terhadap rasa:
a. Manis
b. Asam
c. Asin
d. Pahit
2. Apakah kesimpulan kalian dari percobaan ini?
5. Kulit
Selain sebagai alat ekskresi, kulit juga berfungsi
sebagai indra perasa dan peraba. Reseptor-reseptor
yang terdapat pada kulit adalah:
a. Korpus meissner, yang terletak di dekat
permukaan kulit. Berfungsi untuk menerima
rangsang sentuhan/ rabaan. Reseptor ini
tersebar tidak merata di permukaan kulit. Ujung
jari memiliki paling banyak reseptor peraba.
b. Korpus pacini, yang berfungsi menerima
rangsang tekanan. Letaknya di bawah lapisan
dermis.
c. Korpus ruffini, berfungsi untuk menerima
rangsang panas. Letaknya di lapisan dermis.
d. Korpus krause, befungsi untuk menerima
rangsang dingin. Letaknya di lapisan dermis.
e. Ujung saraf tanpa selaput, yang peka terhadap
rasa sakit/ nyeri. Letaknya di lapisan epidermis.
Saraf ini sangat penting untuk keselamatan
tubuh. Jika terjadi sesuatu yang tidak
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 61
menguntungkan, saraf ini cepat bereaksi, antara
lain dengan adanya gerak refleks.
D. Kelainan dan Penyakit pada Sistem
Indra
Beberapa kelainan atau penyakit pada alat indra
yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari
antara lain:
1. Miopi (Rabun Jauh)
Yaitu kelainan pada mata dimana bayangan yang
dibentuk oleh lensa jatuh di depan retina. Kelainan
ini terjadi karena lensa mata terlalu cembung atau
garis tengah mata panjang. Kelainan ini dapat
ditolong dengan menggunakan lensa negatif.
2. Hypermetropi (Rabun Dekat)
Yaitu kelainan mata dimana bayangan yang
dibentuk oleh lensa jatuh di belakang retina. Kelainan
ini terjadi karena lensa mata terlalu pipih atau garis
tengah mata pendek. Kelainan ini dapat ditolong
dengan menggunakan lensa positif.
3. Presbiopi
Yaitu kelainan pada mata karena tidak elastisnya
lensa mata untuk berakomodasi. Penderita kelainan
ini biasanya menggunakan lensa ganda yaitu lensa
positif dan lensa negatif.
4. Rabun Senja
Kelainan pada mata karena defisiensi vitamin A.
Akibatnya penderita kesulitan melihat benda saat
terjadi perubahan dari terang ke gelap atau saat senja.
5. Katarak
Yaitu mengeruhnya lensa mata, yang dapat
disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau juga
faktor usia.
62 IPA Terpadu IX
Refleksi
Rangkuman
1. Tiga komponen dalam fungsi koordinasi:
a. Reseptor : bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima
rangsangan.
b. Konduktor : bagian tubuh yang berfungsi sebagai
penghantar rangsangan.
c. Efektor : bagian tubuh yang menanggapi rangsangan.
2. Sel saraf terdiri atas:
a. Badan sel
b. Dendrit
c. Neurit (akson)
3. Berdasarkan bentuk dan fungsinya neuron dibedakan:
a. Neuron sensorik
b. Neuron motorik
c. Neuron konektor
4. Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf sadar dan saraf tak
sadar.
5. Sistem saraf sadar dibagi menjadi saraf pusat dan saraf tepi.
6. Sistem saraf tak sadar dibagi menjadi saraf simpatik dan saraf
parasimpatik.
7. Saraf pusat dibagi menjadi otak dan sumsum tulang belakang
8. Saraf tepi dibagi menjadi 12 pasang saraf otak dan 31 pasang
saraf sumsum tulang belakang.
9. Indra manusia terdiri atas mata, telinga, hidung, lidah, kulit.
10. Kelainan dan penyakit pada indra, misalnya miopi, hipermetropi,
presbiopi, rabun senja, katarak.
Sebagai bahan refleksi, coba buatlah skema dasar dari sistem
koordinasi manusia. Jelaskan masing-masing! Jika merasa kesulitan
tanyakan pada teman/guru kalian. Jika sudah paham kalian bisa
melanjutkan pembelajaran ke bab berikutnya.
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 63
A. Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda
silang (x) pada huruf a, b, c atau d!
1. Bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsangan disebut
. . . .
a. kelenjar c. reseptor
b. efektor d. hormon
2. Sistem saraf manusia dibedakan menjadi . . . .
a. sistem saraf pusat dan sistem saraf sadar
b. otak dan sumsum tulang belakang
c. susunan saraf pusat dan susunan saraf tepi
d. sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar
Untuk soal nomor 3 sampai 5 perhatikan gambar neuron berikut.
Bagian yang dinamakan dendrit adalah nomor . . . .
a. 1 c. 3
b. 2 d.4
3. Bagian yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel adalah
nomor . . . .
a. 1 c. 3
b. 2 d.4
4. Selubung myelin ditunjukkan nomor . . . .
a. 1 c. 3
b. 2 d.4
5. Bagian neuron yang berfungsi untuk mempercepat jalan impuls adalah
. . . .
a. akson c. nodus ranvier
b. selubung myelin d. dendrit
Uji Kompetensi
Nukleus
Sitoplasma
1
2
3
4
64 IPA Terpadu IX
6. Antara neuron satu dengan neuron lain terdapat celah sempit yang
disebut . . . .
a. gangglion c. meninges
b. neurofibril d. sinaps
7. Neuron yang berfungsi membawa impuls dari pusat susunan saraf
ke otot disebut neuron . . . .
a. sensorik c. konektor
b. motorik d. asosiasi
8. Saraf yang membawa rangsangan dari indra ke pusat saraf disebut
. . . .
a. saraf sensorik c. saraf asosiasi
b. saraf motorik d. saraf tepi
9. Selaput pembungkus otak disebut . . . .
a. pleura c. meninges
b. perikardium d. membran plasma
10. Perhatikan nama-nama berikut.
1. Otak 4. Neuron motorik
2. Gerak 5. Rangsang
3. Neuron sensorik 6. Sumsum tulang belakang
Urutan gerak sadar yang benar adalah . . . .
a. 1-3-4-5-6-2 c. 5-3-4-6-1-2
b. 5-4-3-6-1-2 d. 5-4-1-3-2
Untuk soal nomor 11-13 perhatikan gambar otak berikut ini!
11. Pusat keseimbangan adalah nomor . . . .
a. 1 c. 3
b. 2 d.4
12. Pengatur denyut jantung dan pernapasan adalah nomor . . . .
a. 1 c. 3
b. 2 d.4
1
2
3
4
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia 65
13. Jembatan varol terkait dengan bagian nomor . . . .
a. 1 c. 3
b. 2 d.4
14. Yang disebut saraf pengembara adalah saraf otak nomor . . . .
a. I c. VIII
b. V d.X
15. Berikut ini aktivitas organ yang dipengaruhi saraf parasimpatik adalah
. . . .
a. meningkatnya denyut jantung
b. meningkatnya peristaltik lambung
c. meningkatnya laju pernapasan
d. melebarnya pupil
16. Kemampuan lensa mata untuk mencembung dan memipih disebut
. . . .
a. akomodasi c. kontraksi
b. relaksasi d. adaptasi
17. Berikut ini pernyataan yang benar tentang sel kerucut pada retina
mata, kecuali . . . .
a. jumlahnya lebih sedikit dibandingkan sel batang
b. peka terhadap cahaya terang
c. paling banyak di daerah fovea
d. untuk melihat benda tak berwarna
18.Warna mata seseorang ditentukan oleh . . . .
a. sklera c. kelopak
b. koroid d. iris
19. Berikut ini tulang-tulang pendengar pada telinga, kecuali . . . .
a. tonsil c. sanggurdi
b. martil d. landasan
20. Tingkap jorong berhubungan langsung dengan tulang pendengar yaitu
. . . .
a. landasan c. sanggurdi
b. martil d. tonsil
21. Tonjolan-tonjolan kecil yang terdapat pada permukaan lidah disebut
. . . .
a. epitel c. kuncup pengecap
b. papila d. tonsil
22. Bagian lidah yang peka terhadap rasa asin adalah . . . .
a. pangkal c. ujung
b. samping d. tengah
66 IPA Terpadu IX
P r o y e k
Carilah informasi tentang penyakit-penyakit yang
berhubungan dengan sistem koordinasi dan alat indra pada
manusia dari sumber. Catatlah dalam buku catatan kalian tentang
nama, penyebab, serta pencegahan dari penyakit-penyakit
tersebut. Kumpulkan kepada guru kalian.
23. Tango reseptor adalah nama reseptor yang terdapat pada . . . .
a. lidah
b. kulit
c. mata
d. telinga
24. Nama reseptor untuk menerima rangsang panas pada kulit adalah
. . . .
a. krause
b. ruffini
c. pacini
d. meisner
25. Gangguan mata karena bayangan jatuh dibelakang retina disebut
. . . .
a. miopi
b. emetropi
c. presbiopi
d. hypermetropi
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!
1. Gambarlah sebuah sel saraf dan beri keterangan bagian-bagiannya!
2. Tuliskan jalan impuls yang dilalui gerak sadar dan gerak refleks!
3. Tuliskan perbedaan 5 pengaruh kerja saraf simpatik dan saraf
parasimpatik!
4. Sebutkan minimum 5 bagian mata serta fungsinya!
5. Gambarkan skema daerah kepekaan lidah terhadap rasa manis,
asin, asam dan pahit!
Sistem Reproduksi pada Manusia 19
Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini.
Peta Konsep
Sistem Reproduksi
pada Manusia
Organ Penyusun
Reproduksi
Fungsi Organ
Sistem Reproduksi
Penyakit yang Berhubungan
dengan Sistem Reproduksi
Setelah kalian memahami peta konsep di atas, perhatikan kata-kata kunci berikut
yang merupakan kunci dan cara memahami materi ini.
• Sistem reproduksi pada pria
• Sistem reproduksi pada wanita
• Oogenesis
• Penyakit pada sistem reproduksi
• Spermatogenesis
• Fertilisasi
dijelaskan
Reproduksi berarti “membuat kembali”, jadi “membuat reproduksi pada
manusia berarti kemampuan manusia untuk memperoleh keturunan (beranak),
sehingga sistem reproduksi adalah organ-organ yang berhubungan dengan masalah
seksualitas.
Dalam bab ini kalian akan diajak untuk mendeskripsikan sistem reproduksi dan
penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi manusia.
Bab 2 Sistem Reproduksi
pada Manusia
Kata Kunci
20 IPA Terpadu IX
A. Pendahuluan
Sistem reproduksi pada manusia akan mulai
berfungsi ketika seseorang mencapai kedewasaan
(pubertas) atau masa akil balik. Pada seorang pria
testisnya telah mampu menghasilkan sel kelamin
jantan (sperma) dan hormon testosteron. Hormon
testosteron berfungsi mempengaruhi timbulnya
tanda-tanda kelamin sekunder pada pria, di
antaranya suara berubah menjadi lebih besar,
tumbuhnya rambut di tempat tertentu misalnya
jambang, kumis, jenggot, dan dada tumbuh menjadi
bidang, jakun membesar. Sedangkan seorang wanita
ovariumnya telah mampu menghasilkan sel telur
(ovum) dan hormon wanita yaitu estrogen. Hormon
estrogen berfungsi mempengaruhi timbulnya tandatanda
kelamin sekunder pada wanita, yaitu kulit
menjadi semakin halus, suara menjadi lebih tinggi,
tumbuhnya payudara dan pinggul membesar.
B. Organ-organ Penyusun Sistem
Reproduksi Manusia
Reproduksi manusia secara vivipar (melahirkan
anak) dan fertilisasinya secara internal (di dalam
tubuh) oleh karena itu memiliki alat-alat reproduksi
yang mendukung fungsi tersebut, adapun alat-alat
tersebut antara lain:
1. Sistem Reproduksi Pria
Organ-organ yang menyusun sistem reproduksi
pada pria terdiri atas:
a. Testis (buah zakar)
Jumlah 1 pasang, terdapat dalam kantong
pelindung yang disebut skrotum dan terletak di luar
dan di bawah rongga pelvis. Testis berfungsi
Sistem Reproduksi pada Manusia 21
menghasilkan hormon testosteron dan sel kelamin
jantan (spermatozoa). Hormon testosteron
berfungsi untuk menimbulkan tanda-tanda kelamin
sekunder pada pria, di antaranya: tumbuhnya kumis,
suara membesar, dada tumbuh bidang dan lain-lain.
b. Saluran reproduksi
Saluran reproduksi pada pria terdiri atas:
1) Epididimis, merupakan tempat pendewasaan
(pematangan) dan penyimpanan sperma.
Epididimis berupa saluran yang berkelok-kelok
yang terdapat di dalam skrotum.
2) Vas deferens (saluran sperma), merupakan
kelanjutan dari saluran epididimis, berfungsi
menyalurkan sperma ke uretra.
3) Uretra, kelanjutan dari vas deferens, berfungsi
untuk menyalurkan sperma keluar dan
merupakan saluran urine dari kandung kemih
menuju ke luar.
c. Penis
Merupakan alat kelamin luar, berfungsi untuk alat
kopulasi, yaitu untuk memasukkan sperma ke dalam
saluran reproduksi pada wanita.
Gambar 2.1 Sistem reproduksi pada pria
Sumber: santhathi.com
vas deferens
kandung kemih
kelenjar prostat
vesicula seminalis
kelenjar cowper
testis
uretra bermuara pada saluran sempit
skrotum
gland penis adalah bagian corpus
uretra
corpus spongiosum
corpus cavernosum
epididimis
22 IPA Terpadu IX
d. Kelenjar yang terdapat pada pria
1) Vesika seminalis
Kelenjar ini menghasilkan cairan yang pekat
berwarna kuning, mengandung makanan yang
merupakan sumber energi untuk pergerakan
sperma.
2) Kelenjar prostat
Merupakan kelenjar penghasil semen terbesar,
bersifat encer dan berwarna putih, berisi makanan
untuk sperma.
3) Kelenjar bulbourethralis
Kelenjar ini terdapat di sepanjang uretra,
berfungsi mensekresi cairan lendir bening yang
menetralkan cairan urine yang bersifat asam yang
tertinggal pada uretra.
2. Sistem Reproduksi Wanita
Organ yang menyusun sistem reproduksi pada
wanita terdiri atas:
a. Ovarium (indung telur)
Jumlahnya 1 pasang, terletak di dalam rongga
perut, berfungsi untuk pembentukan sel telur dan
menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
Pembentukan sel telur terjadi melalui pembentukan
folikel. Hormon estrogen berfungsi untuk
menimbulkan tanda-tanda kelamin sekunder pada
wanita, di antaranya: payudara membesar, suara
semakin tinggi, kulit semakin halus, panggul
membesar dan lain-lain.
b. Saluran reproduksi, terdiri atas:
1) 1 pasang corong infundibulum, berfungsi untuk
menangkap sel telur dari ovarium.
2) 1 pasang tuba falopii atau oviduk, merupakan
saluran telur, berfungsi sebagai tempat terjadinya
fertilisasi (pembuahan).
3) Uterus (rahim), berfungsi sebagai tempat perkem
bangan dan pertumbuhan janin.
Sistem Reproduksi pada Manusia 23
Gambar 2.2 Sistem reproduksi pada wanita
Sumber: Tubuh Manusia Time Life
rahim
telur yang berkembang
indung telur
tuba fallopi
vagina
4) Vagina, organ untuk kopulasi dan melahirkan.
5) Alat kelamin luar, umumnya dinamakan vulva,
terdiri atas labia mayora, labia minora dan klitoris.
Jika sel telur pada ovarium telah masak, akan
dilepaskan dari ovarium. Pelepasan telur dari ovarium
disebut ovulasi. Setelah ovulasi sel telur ditangkap
oleh infundibulum dan segera menuju ke saluran
fallopi, di saluran inilah terjadi pembuahan. Bila sel
telur telah dibuahi menjadi zigot dan zigot
berkembang menjadi embrio yang kemudian
menempel pada dinding rahim melalui plasenta dan
berkembang di dalam rahim.
Plasenta dan tali pusat merupakan penghubung
antara embrio dengan ibu, fungsinya untuk
menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu ke embrio
dan menyalurkan zat sisa dari embrio ke darah ibu.
Di dalam rahim, embrio berada di dalam amnion.
Amnion adalah kantong yang berfungsi untuk
melindungi embrio dari benturan. Amnion berisi cairan
yang disebut cairan amnion atau air ketuban. Bila
bayi sudah berumur kira-kira 9 bulan dan siap
dilahirkan maka otot-otot pada rahim berkontraksi
secara teratur dan mendorong bayi keluar dari rahim
melalui vagina.
infundibulum/fimbria
24 IPA Terpadu IX
C. Penyakit pada Sistem Reproduksi
Manusia
1. AIDS
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome),
Acquired berarti diperoleh, Immuno Deficiency
berarti kekebalan yang rapuh dan Syndrom berarti
penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali
terserang penyakit yang berbahaya.
Gambar 2.3 Penyakit yang disebabkan virus HIV
a. Penyebab AIDS
AIDS disebabkan oleh virus, yang
diberi nama HIV (Human Immuno
Deficiency Virus), virus ini menyerang
sel darah putih tertentu, dimana sel
darah putih berfungsi sebagai sistem
kekebalan tubuh yaitu menangkal infeksi
atau serangan penyakit terhadap tubuh.
Apabila virus HIV bersarang dalam sel
darah putih dan merusak sel darah putih
maka tubuh akan menjadi lemah dan
mudah terserang penyakit.
Gambar 2.4 Virus HIV
Sumber: www.rkm.com.au
Sumber: www.rkm.com.au
Sistem Reproduksi pada Manusia 25
b. Penularan AIDS
Virus HIV dapat berpindah dari
seseorang ke orang lain atau dengan kata
lain penyakit AIDS dapat menular. Penularan
AIDS tidak menyebar melalui udara, atau
karena berjabat tangan dengan penderita
AIDS juga tidak menular melalui peralatan
makan penderita AIDS. Tetapi virus HIV
dapat menular masuk ke tubuh orang lain
melalui transfusi darah (donor darah
seseorang yang terinfeksi HIV) atau melalui
alat-alat yang menyebabkan luka, seperti
jarum suntik, jarum infus, dapat juga
melalui kontak seksual.
c. Pencegahannya
Sampai sekarang belum ditemukan cara
pengobatan yang efektif pada penderita AIDS, oleh
karena itu akan lebih baik bila kita berusaha
menghindari penyakit ini dengan cara mencegah
penularan virus HIV, antara lain:
1) Menggunakan jarum suntik yang steril dan jarum
yang sekali pakai lalu dibuang.
2) Memeriksa darah sebelum transfusi darah,
sehingga darah dapat dipastikan tidak terinfeksi
virus HIV.
3) Hanya melakukan kontak seksual dengan
pasangannya yang sah.
2. Gonorea
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria
gonorrhoeae. Bakteri ini dapat ditularkan melalui
kontak seksual. Penderita gonorea akan merasakan
sakit pada saat urinasi, kadang-kadang urine
mengeluarkan nanah, jika penderita gonorea tidak
diobati dapat merusak saluran reproduksi yaitu
saluran sperma pada pria dan saluran tuba falopii
pada wanita sehingga dapat mengakibatkan
kemandulan.
Gambar 2.5 Jarum suntik bisa
menjadi perantara penyebab
penularan AIDS
Sumber: www.syringes.cn
26 IPA Terpadu IX
3. Sifilis
Sifilis disebabkan oleh sejenis bakteri Treponema
pallidium, bakteri ini biasa ditularkan melalui kontak
seksual, namun demikian bakteri ini juga dapat
ditularkan melalui jalan lain, misalnya bayi yang
dilahirkan dari ibu penderita sifilis. Penyakit ini akan
ditandai dengan adanya luka pada alat kelamin dan
jika tidak segera diobati bakteri dapat merusak sel
otak, melumpuhkan tulang atau merusak jantung
dan pembuluh darah.
Gambar 2.6 Luka yang diakibatkan oleh sifilis
D. Beberapa Upaya Pencegahan yang Dapat
Dilakukan
Karena penyakit tersebut merupakan penyakit
yang berbahaya maka lebih baik mencegah daripada
mengobati. Cara pencegahannya antara lain:
1. Memberikan penerangan mengenai bahayabahaya
penyakit kelamin dan bagaimana cara
pencegahannya.
2. Menghindari hubungan seksual di luar
perkawinan.
3. Menjaga kesehatan sistem reproduksi antara lain:
a. Sering mengganti pembalut pada wanita yang
sedang menstruasi.
b. Setelah buang air kecil selalu membasuh alat
kelamin bagi wanita.
Sistem Reproduksi pada Manusia 27
Refleksi
Rangkuman
1. Organ-organ penyusun sistem reproduksi manusia.
a. Sistem reproduksi pria, tersusun atas organ.
1) Testis (buah zakar)
2) Saluran reproduksi (epididimis, vas deferens, uretra)
3) Penis
4) Kelenjar yang terdapat pada pria (vesika seminalis,
kelenjar prostat, kelenjar bulbourethralis)
b. Sistem reproduksi wanita
1) Ovarium (indung telur)
2) Saluran reproduksi (infundibulum, oviduk, uterus, alat
kelamin luar/vulva (labia mayora, labia minora, klitoris).
2. Penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi manusia:
a. AIDS
b. Gonorea
c. Sifilis
Sebagai bahan refleksi, coba kalian pelajari ulang tentang
gametogenesis dan fertilisasi, catatlah point-point dari materi
tersebut, jika belum jelas tanyakan kepada guru kalian, jika sudah
paham lanjutkan ke bab berikutnya.
A. Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda
silang (x) pada huruf a, b, c atau d!
1. Berikut ini adalah saluran reproduksi pada pria secara urut . . . .
a. testis, vas deferens, epididimis, uretra, penis
b. testis, epididimis, vas deferens, uretra, penis
c. testis, uretra, vas deferens, epididimis, penis
d. testis, epididimis, uretra, vas deferens, penis
Uji Kompetensi
28 IPA Terpadu IX
1
2 3
4
5
2. Fungsi testis adalah . . . .
a. penghasil sperma
b. penghasil ovum
c. saluran sperma
d. alat kopulasi
3. Fungsi ovarium adalah . . . .
a. penghasil sperma
b. tempat terjadinya fertilisasi
c. penghasil ovum
d. tempat pertumbuhan zigot
4. Peristiwa pelepasan ovum dari ovarium disebut . . . .
a. menstruasi
b. fertilisasi
c. ovipar
d. ovulasi
5. Berikut adalah penyakit yang dapat mengakibatkan menurunnya
sistem kekebalan tubuh seseorang . . . .
a. AIDS
b. herpes
c. gonore
d. sifilis
Untuk soal nomor 6 sampai nomor 8 perhatikan gambar saluran
reproduksi pada wanita di bawah ini.
6. Oviduk dan uterus berturut-turut ditunjukkan oleh gambar nomor
. . . .
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4
Sistem Reproduksi pada Manusia 29
7. Tempat terjadinya fertilisasi ditunjukkan oleh gambar nomor . . . .
a. 1
b. 3
c. 2
d. 4
8. Setelah terjadi fertilisasi, kemudian zigot tumbuh menjadi embrio,
embrio kemudian akan menempel dan tumbuh pada nomor . . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
9. Bakteri berikut dapat menyebabkan penyakit sifilis adalah . . . .
a. Neisseria gonorrhoeae
b. Trypanosoma gambiense
c. Treponema pallidium
d. Eschericia coli
10. Pernyataan berikut adalah usaha untuk mencegah penularan virus
HIV, kecuali . . . .
a. menggunakan jarum suntik yang steril dan sekali pakai
b. peralatan operasi harus steril
c. tidak perlu melakukan donor darah
d. memeriksa darah sebelum melakukan transfusi darah
11. Di dalam penis terdapat saluran yang disebut uretra. Saluran ini
berfungsi untuk . . . .
a. saluran sperma dan urine
b. penghasil sperma dan hormon
c. penghasil sperma dan urine
d. saluran sperma dari testis ke kantong sperma
12. Masa pubertas ditandai dengan dihasilkan dan dikeluarkannya . . . .
a. sperma oelh individu jantan atau sel telur oleh individu betina
b. testosteron oleh testis dan estrogen oleh ovarium
c. testosteron dan FSH
d. FSH dan LH
13. Selaput pembungkus embrio salah satunya adalah amnion yang
mempunyai fungsi . . . .
a. melindungi ibu dan janin
b. pertukaran zat antara ibu dan janin
c. melindungi embrio dari benturan
d. memberi makanan dan O2 pada embrio
30 IPA Terpadu IX
14. Penghubung antara ibu dan embrio adalah . . . .
a. plasenta
b. amnion
c. khorion
d. yolk
15. Yang dimaksud ovulasi adalah . . . .
a. pembuahan sel telur oleh sperma
b. pembentukan sel telur oleh folikel
c. pelepasan sel telur dari ovarium
d. pembentukan folikel awal
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!
1. Sebutkan urutan saluran reproduksi pada pria!
2. Sebutkan urutan saluran reproduksi pada wanita!
3. Apakah fertilisasi itu dan di mana tempat terjadinya?
4. Sebutkan fungsi ovarium dan testis!
5. Jelaskan tentang penyakit AIDS dan bagaimana cara pencegahannya!
P r o y e k
Buatlah makalah tentang bayi tabung! Referensi bisa dari
berbagai sumber. Kerjakan secara berkelompok! Waktu
mengerjakan satu minggu. Kemudian hasilnya didiskusikan di kelas!
Sistem Ekskresi pada Manusia 1
Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini.
Peta Konsep
Alat Ekskresi
pada Manusia
Ginjal Hati Kul i t Paru-paru
Urine Urea Keringat Karbon Dioksida
dan Uap Air
meliputi
mengekskresikan mengekskresikan mengekskresikan mengekskresikan
Setelah kalian memahami peta konsep di atas, perhatikan kata-kata kunci berikut
yang merupakan kunci dan cara memahami materi ini.
• Ekskresi
• Sekresi
• Defekasi
• Nefron
• Filtrasi
• Reabsorbsi
• Augmentasi
• Epidermis
• Dermis
Ekskresi merupakan salah satu proses pengeluaran zat dari tubuh. Selain
ekskresi ada juga proses sekresi dan defekasi. Apa perbedaan antara ketiganya?
Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa metabolisme. Zat tersebut diserap
dan diangkut oleh darah dan dikeluarkan bersama urine, keringat dan pernapasan.
Defekasi adalah proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan atau zat yang tidak
mengalami pencernaan. Zat tersebut berupa feses yang dikeluarkan melalui anus.
Sekresi merupakan proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan
oleh tubuh. Zat yang dihasilkan berupa enzim dan hormon.
Berikut akan kita bahas satu per satu alat-alat ekskresi pada manusia,
sehingga kalian dapat mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan
hubungannya dengan kesehatan.
Bab 1 Sistem Ekskresi
pada Manusia
Kata Kunci
2 IPA Terpadu IX
B. Ginjal
Gambar 1.1 Letak ginjal di dalam rongga perut bagian
belakang di sebelah kanan kiri tulang pinggang
A. Pendahuluan
Sistem ekskresi pada manusia melibatkan alatalat
ekskresi yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.
Zat-zat sisa yang dikeluarkan dari alat-alat tersebut
berasal dari proses metabolisme.
Ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan
keringat, paru-paru mengeluarkan karbondioksida,
dan hati mengeluarkan zat warna empedu.
Ginjal manusia bentuknya seperti biji kacang
merah. Terletak di dalam rongga perut bagian
belakang, di sebelah kanan kiri tulang pinggang,
sehingga sering disebut buah pinggang. Ginjal
sebelah kanan sedikit lebih rendah karena terdesak
oleh hati. Setiap ginjal panjangnya 6 – 7½ sentimeter
dan tebal 1½ - 2½ sentimeter. Pada orang dewasa
beratnya kira-kira 140 gram. Perhatikan Gambar 1.1
yang memperlihatkan letak ginjal di rongga perut!
ginjal kiri
ginjal kanan
Sistem Ekskresi pada Manusia 3
Apabila sebuah ginjal dipotong
secara melintang maka akan
tampak tiga lapisan. Bagian luar
disebut korteks atau kulit ginjal,
di bawahnya ada medula atau
sumsum ginjal dan di bagian dalam
berupa rongga yang disebut pelvis
renalis atau rongga ginjal (lihat
Gambar 1.2).
Gambar 1.3 Nefron adalah satuan
struktural dan fungsional ginjal
Sumber: www.tutor.com.my
tubulus
kontortus
proksimal
Arteri renalis
tubulus
kontortus
distal
tubulus
kolektivas
simpai
bowman
vena
renalis
lengkung
henie
kapiler
glomerulus
kulit ginjal
sumsum ginjal
rongga ginjal
arteri
vena
ureter
Gambar 1.2 Potongan melintang ginjal
Sumber: www.muis.gov.sg
Pada bagian korteks atau kulit
ginjal terdapat glomerulus dan
simpai Bowman. Glomerulus dan
simpai Bowman membentuk
kesatuan yang disebut Badan
Malpighi. Pada bagian inilah proses
penyaringan darah dimulai. Badan
malpighi merupakan awal dari
nefron. Nefron adalah satuan
struktural dan fungsional ginjal
(lihat Gambar 1.3). Tiap ginjal
tersusun oleh kira-kira 1 juta
nefron. Dari badan Malpighi
terbentuk saluran yang menuju
bagian medula (sumsum ginjal).
Medula (sumsum ginjal)
tersusun atas saluran-saluran
yang merupakan kelanjutan badan
malphigi dan saluran yang ada di bagian korteks.
Pelvis renalis atau rongga ginjal berupa rongga
yang berfungsi sebagai penampung urine sementara
sebelum dikeluarkan melalui ureter.
Untuk mengetahui bagian-bagian ginjal lakukan
Kegiatan 1.1 berikut.
4 IPA Terpadu IX
Kegiatan 1.1
Struktur Ginjal
A. Tujuan
Mengetahui bagian-bagian ginjal.
B. Alat dan Bahan
1. Ginjal sapi atau ginjal hewan Mamalia lain
2. Pisau bedah atau cutter
3. Bak parafin
4. Lup
5. Pensil warna
6. Kertas manila
C. Cara Kerja
1. Belahlah ginjal yang telah disediakan.
2. Amatilah ginjal yang sudah terbelah tersebut, kemudian
gambarlah pada kertas manila.
3. Warnailah gambar kalian untuk membedakan bagian-bagian
ginjal tersebut.
4. Berilah keterangan bagian-bagian ginjal tersebut.
D. Hasil Pengamatan
Gambar Keterangan
1. .............................................
2. .............................................
3. .............................................
4. .............................................
E. Pertanyaan
1. Bagaimanakah bentuk ginjal yang kalian amati?
2. Apakah warna ginjal yang kalian amati?
3. Tersusun atas bagian apa saja ginjal tersebut?
4. Bagaimanakah warna bagian-bagian ginjal tersebut?
Fungsi ginjal adalah menyaring darah sehingga
dihasilkan urine, melalui tiga tahapan. Tiga tahap
pembentukan urine tersebut adalah:
Sistem Ekskresi pada Manusia 5
1. Filtrasi (Penyaringan)
Proses ini terjadi di glomerulus. Cairan yang
tersaring ditampung oleh simpai Bowman. Cairan
tersebut tersusun oleh urea, glukosa, air, ion-ion
anorganik seperti natrium kalium, kalsium, dan klor.
Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler
darah karena tidak dapat menembus pori–pori
glomerulus.Cairan yang tertampung di simpai
Bowman disebut urine primer. Selama 24 jam darah
yang tersaring dapat mencapai 170 liter.
2. Reabsorbsi (Penyerapan Kembali)
Proses ini terjadi di tubulus kontortus proksimal.
Proses yang terjadi adalah penyerapan kembali zatzat
yang masih dapat diperlukan oleh tubuh. Zat
yang diserap kembali adalah glukosa, air, asam amino
dan ion-ion anorganik. Sedangkan urea hanya sedikit
diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses
reabsorbsi disebut urine sekunder.
3. Augmentasi (Pengumpulan)
Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan
juga di saluran pengumpul. Pada bagian ini terjadi
pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Di
bagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium,
klor serta urea. Cairan yang dihasilkan sudah berupa
urine sesungguhnya, yang kemudian disalurkan ke
rongga ginjal.
Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di
rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter,
kandung kemih dan uretra.
Proses pengeluaran urine disebabkan oleh adanya
tekanan di dalam kandung kemih. Tekanan pada
kandung kemih selain disebabkan oleh pengaruh
saraf juga adanya kontraksi otot perut dan organorgan
yang menekan kandung kemih.
6 IPA Terpadu IX
Info MEDIA
Jumlah urine yang dikeluarkan dalam sehari ratarata
1-2 liter, tetapi dapat berubah tergantung dari
jumlah cairan yang masuk. Urine yang normal berwarna
bening orange pucat tanpa endapan, baunya tajam
(pesing), sedikit asam terhadap lakmus (pH 6).
Mengapa Anak-anak Ngompol?
Pengeluaran urine dari kandung
kemih diatur oleh otot-otot sphincter.
Ada dua otot sphincter, yaitu sphincter
dalam dan sphincter luar. Kedua otot
ini dikoordinasi oleh dua saraf yang
berbeda. Otot sphincter dalam diatur
oleh saraf tak sadar. Otot sphincter luar
diatur oleh saraf sadar. Rerata volume
kandung kemih kita adalah antara 700–
800 ml. Bila jumlah urine dalam kandung
kemih mendekati 200–400 ml, reseptor
dalam dinding kandung kemih akan
memberi tanda pada sumsum tulang belakang bagian bawah. Impuls ini
akan memicu refleks kencing. Impuls para-simpatik dari sumsum tulang
belakang yang mencapai dinding kandung kemih, mengakibatkan otot
sphincter dalam mengendor/relaksasi. Kemudian otak mengirim sinyal
pada sphincter luar untuk relaksasi, maka mengalirlah urine keluar.
Kita dapat menahan kencing karena otak kita secara sadar dapat
mengatur kontraksi dan relaksasi otot sphincter luar. Meskipun refleks
relaksasi sphincter dalam telah terjadi, bila sphincter luar tetap
kontraksi maka urine tidak dapat keluar. Pada anak-anak usia 2 tahun
ke bawah, neuron/sel-sel saraf yang mengatur kontraksi otot sphincter
luar belum berkembang sempurna. Itulah mengapa mereka belum
dapat mengontrol pengeluaran urine mereka alias ngompol.
Ngompol yang terjadi pada orang dewasa biasanya disebabkan
oleh gangguan saraf spinal yang mengatur kandung kemih, saraf
kontraksi uretra, iritasi atau abnormalitas kandungan urine, sakit
pada kandung kencing atau karena stres/tekanan emosi.
C. Kulit
Kulit merupakan jaringan yang terdapat pada
bagian luar tubuh. Kulit memiliki banyak fungsi karena
di dalamnya terdapat berbagai jaringan.
Sistem Ekskresi pada Manusia 7
Kulit terdiri atas tiga lapisan yaitu epidermis,
dermis dan jaringan ikat bawah kulit.
1. Epidermis (Kulit Ari)
Epidermis tersusun oleh sejumlah lapisan sel
yang pada dasarnya terdiri atas dua lapisan yaitu:
a. Lapisan tanduk
Merupakan lapisan epidermis paling luar. Pada
lapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan
serabut saraf, karena merupakan sel-sel mati dan
selalu mengelupas. Lapisan ini jelas sekali terlihat
pada telapak tangan dan telapak kaki.
b. Lapisan malpighi
Lapisan ini terdapat di bawah lapisan tanduk.
Sel-selnya terdapat pigmen yang menentukan warna
kulit.
2. Dermis (Kulit Jangat)
Merupakan lapisan kulit di bawah epidermis, di
dalam lapisan ini terdapat beberapa jaringan yaitu:
a. Kelenjar keringat, yang berfungsi untuk
menghasilkan keringat. Keringat tersebut
bermuara pada pori-pori kulit.
b. Kelenjar minyak, yang berfungsi untuk
menghasilkan minyak guna menjaga rambut tidak
kering. Kelenjar ini letaknya dekat akar rambut.
c. Pembuluh darah, yang berfungsi untuk
mengedarkan darah ke semua sel atau jaringan
termasuk akar rambut.
d. Ujung-ujung saraf. Ujung saraf yang terdapat
pada lapisan ini adalah ujung saraf perasa dan
peraba.
3. Jaringan Ikat Bawah Kulit
Di bagian ini terdapat jaringan lemak (adiposa).
Fungsinya antara lain untuk penahan suhu tubuh
dan cadangan makanan.
8 IPA Terpadu IX
Dengan adanya berbagai jaringan yang terdapat
di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:
1. indra peraba dan perasa,
2. pelindung tubuh terhadap luka dan kuman,
3. tempat pembentukan vitamin D dari provitamin
D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya
matahari,
4. penyimpan kelebihan lemak,
5. pengatur suhu tubuh.
Dari berbagai fungsi tersebut yang berkaitan
dengan sistem ekskresi adalah kemampuan kulit
sebagai pengatur suhu tubuh. Suhu tubuh diatur
oleh pusat pengatur panas di sumsum lanjutan agar
konstan 36o – 37,5o C. Bila suhu badan meningkat,
maka kapiler darah melebar, kulit menjadi panas dan
kelebihan panas dipancarkan ke kelenjar keringat.
Sehingga terjadi penguapan cairan dalam bentuk
keringat pada permukaan tubuh. Sebaliknya bila
tubuh merasa kedinginan, pembuluh darah
mengkerut, kulit menjadi pucat dan dingin, keringat
dibatasi pengeluarannya.
Keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat
berisi larutan garam, urea dan air. Banyaknya keringat
yang dikeluarkan tergantung dari beberapa faktor
antara lain aktivitas tubuh, suhu lingkungan,
makanan, kesehatan dan emosi.
Gambar 1.4 Struktur anatomi kulit
Kelenjar keringat
Permukaan kulit
Organ Meissner
Jaringan ikat
Kulit luar (epidermis)
Kulit jangat (dermis)
Jaringan lemak
Organ Pacini
Pembuluh darah
Saraf
Korpus Ruffini
Sistem Ekskresi pada Manusia 9
Kegiatan 1.2
Sebagai penutup bahasan kulit, coba analisalah
kasus berikut.
Di berbagai kota di Indonesia banyak ditemukan
penduduk yang mengalami kelainan pada kulit yaitu
kulit bersisik seperti ikan sehingga seringkali
diistilahkan dengan manusia bersisik. Jelaskan
pendapat kalian tentang kasus ini!
D. Paru-paru
Pembahasan tentang organ paruparu
sudah banyak dibahas pada
pokok bahasan sistem pernapasan.
Selain berfungsi sebagai alat
pernapasan, paru-paru juga berfungsi
sebagai alat ekskresi.
Zat sisa yang dikeluarkan oleh
paru-paru adalah karbondioksida dan
uap air. Untuk mengetahui bahwa zat
yang dikeluarkan dari paru-paru
adalah karbondioksida dan uap air
lakukan kegiatan berikut ini!
Uji Karbon Dioksida
A. Tujuan
Mengetahui adanya karbondioksida dikeluarkan dari paru-paru.
B. Alat dan Bahan
Air kapur jernih, Sedotan bengkok, Gelas
C. Cara Kerja
1. Isilah gelas dengan air kapur jernih sampai setengahnya.
2. Hembuskan udara pernapasan ke dalam air kapur melalui
pipa (sedotan) selama setengah menit.
3. Amatilah bagaimanakah keadaan air kapur setelah dihembus
dengan udara pernapasan.
Gambar 1.5 Sebagai organ ekskresi
paru-paru berfungsi untuk
mengeluarkan karbondioksida
Sumber: www.oup.co.uk
10 IPA Terpadu IX
Kegiatan 1.3
D. Pertanyaan
1. Perubahan apa yang terjadi pada air kapur setelah
dihembuskan udara pernapasan?
2. Jelaskan mengapa dalam air kapur yang sudah dihembus
udara pernapasan dapat terbentuk endapan putih!
3. Apakah kesimpulan kalian dari percobaan ini?
Menguji Uap Air
A. Tujuan
Mengetahui adanya uap air dikeluarkan dari proses pernapasan.
B. Alat dan Bahan
1. Cermin
2. Kertas tisu atau kertas buram
C. Cara Kerja
1. Hembuskan udara pernapasan melalui mulut
sebanyak lima kali ke permukaan cermin.
2. Diamkan sesaat kira-kira 10 detik, amatilah
permukaan cermin tersebut. Apa yang terjadi?
3. Tempelkan sobekan kertas buram atau
kertas tisu kira-kira 2 cm di permukaan
cermin tersebut. Amatilah apa yang terjadi
dengan kertas tisu tersebut.
D. Pertanyaan
1. Apakah yang terjadi dengan permukaan cermin setelah
dihembus dengan udara pernapasan?
2. Bagaimanakah kalian dapat membuktikan kalau udara yang
dikeluarkan dari sisa pernapasan adalah uap air?
3. Apakah kesimpulan kalian dengan percobaan ini?
E. Hati
Organ hati sudah kita singgung pada pokok
bahasan sistem pencernaan. Kalian tentu masih ingat
beberapa fungsi hati bukan? Dari beberapa fungsi
hati, yang terkait dengan fungsi ekskresi adalah:
Sistem Ekskresi pada Manusia 11
1. Menghasilkan Getah Empedu
Getah empedu dihasilkan dari
hasil perombakan sel darah merah.
Getah ini ditampung di dalam
kantung empedu kemudian
disalurkan ke usus 12 jari.
Getah empedu pada dasarnya
terdiri atas dua komponen yaitu
garam empedu dan zat warna
empedu. Garam empedu berfungsi
dalam proses pencernaan
makanan yaitu untuk mengemulsi
lemak. Sedangkan zat warna
empedu tidak berfungsi sehingga
harus diekskresikan. Zat warna
empedu yang diekskresikan ke
usus 12 jari, sebagian menjadi sterkobilin, yaitu zat
yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali
oleh darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat
warna pada urine yang disebut urobilin. Kedua zat
ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning
kecoklatan.
2. Menghasilkan Urea
Urea adalah salah satu zat hasil perombakan
protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka
harus dibuang keluar tubuh. Dari hati urea diangkut
ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.
F. Kelainan dan Penyakit pada Sistem
Ekskresi
1. Gagal Ginjal
Gagal ginjal adalah kelainan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya (sebagai alat penyaring darah). Ada dua macam gagal ginjal yaitu
gagal ginjal yang bersifat sementara dan gagal ginjal tetap.
Gambar 1.6 Sebagai organ ekskresi
hati menghasilkan getah empedu
dan urea
Sumber: Kamus visual
12 IPA Terpadu IX
Kelenjar adrenal
Ginjal cangkokan
Saluran kemih
Gelembung Arteri usus kiri
Vena usus kiri
aorta
Gambar 1.8 Cara cangkok ginjal
Sumber: Biologi Jilid 2 (2003): 578
Penderita gagal ginjal sementara
dapat ditolong dengan cuci darah
secara berkala. Dengan menggunakan
alat yang disebut dialisator
darah dari penderita dikeluarkan dari
arteri (tabung atas), melewati
perangkap gelembung, dan masuk ke
dalam ginjal tiruan. Darah yang
sudah dimurnikan keluar dari ginjal
buatan (bawah), dan dikembalikan ke
urat dalam lengan (tabung bawah).
Perhatikan Gambar 1.7 yang memperlihatkan
alat dialisator tersebut.
Penderita gagal ginjal tetap dapat ditolong dengan
mencangkok ginjal (Gambar 1.8). Ginjal sakit yang
dimiliki penderita biasanya diambil. Arteri dan uratnya
diikat (agar putus hubungan), kecuali cabang yang
berhubungan dengan kelenjar adrenal. Kemudian
ginjal yang sakit tersebut diganti ginjal yang sehat
dari donor yang sesuai.
Gambar 1.7 Penderita gagal ginjal
dapat ditolong dengan cuci darah,
menggunakan dialisator
Sumber: www.burungmanyar.nl
2. Batu Ginjal
Batu ginjal terbentuk karena adanya endapan
garam kalsium yang makin lama makin mengeras
dan membesar. Endapan ini pada mulanya terdapat
Sistem Ekskresi pada Manusia 13
di rongga ginjal, kemudian terbawa arus urine, juga
terdapat di ureter dan kantong kemih.
Batu ginjal dapat dihilangkan dengan beberapa
cara antara lain dengan pengobatan, yaitu
mengkonsumsi obat yang dapat menghancurkan
batu ginjal. Namun bila dengan pengobatan sulit
hancur dapat dilakukan dengan pembedahan untuk
mengambil batu ginjal tersebut.
3. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang
penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak.
Penyebab penyakit ini adalah kekurangan hormon
ADH (Anti Diuretic Hormone), yaitu hormon yang
mempengaruhi proses reabsorbsi cairan pada ginjal.
Bila kekurangan hormon ADH, jumlah urine dapat
meningkat sampai 30 kali lipat.
4. Nefritis
Nefritis adalah peradangan pada nefron terutama
glomerulus. Penyebabnya adalah infeksi bakteri
Streptococcus.
Rangkuman
1. Proses pengeluaran zat dari tubuh meliputi:
a. Ekskresi: proses pengeluaran metabolisme.
b. Sekresi: proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih
digunakan oleh tubuh.
c. Defekasi: proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan atau zat
yang mengalami pencernaaan.
2. Alat-alat ekskresi pada manusia:
a. Ginjal, mengekskresikan urine.
b. Kulit, mengekskresikan keringat.
c. Paru-paru, mengekskresikan CO2.
d. Hati, mengekskresikan zat warna empedu.
3. Kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi, antara lain:
a. Gagal ginjal: kelainan ginjal yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya (sebagai alat penyaring darah).
14 IPA Terpadu IX
A. Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda
silang (x) pada huruf a, b, c, atau d!
Gambar berikut ini untuk menjawab soal nomor 1-3.
1. Badan malpighi ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1 c. 1 dan 2
b. 2 d. 1,2,3, dan 4
Uji Kompetensi
Refleksi
b. Batu ginjal: adanya endapan garam kalsium yang makin lama
makin mengeras.
c. Diabetes insipidus: suatu penyakit yang penderitanya
mengeluarkan urine terlalu banyak.
d. Nefritis: peradangan pada nefron terutama glomerulus.
Alat-alat ekskresi pada manusia terdiri atas ginjal, kulit, paruparu
dan hati. Sebagai bahan refleksi, coba buatlah rangkuman singkat
tentang alat-alat yang meliputi struktur/bagian-bagiannya, mekanisme
ekskresi, dan fungsinya.
Setelah kalian paham benar kalian bisa melanjutkan belajar ke
bab berikutnya, tetapi jika belum paham pelajarilah lagi bab ini.
Sistem Ekskresi pada Manusia 15
2. Tubulus kontortus proksimal ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
3. Proses augmentasi berlangsung pada bagian nomor . . . .
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
4. Urutan proses pembentukan urine adalah . . . .
a. filtrasi-reabsorbsi-augmentasi
b. reabsorbsi-filtrasi-augmentasi
c. filtrasi-augmentasi-reabsorbsi
d. reabsorbsi-augmentasi-filtrasi
5. Reabsorbsi atau penyerapan kembali zat-zat yang masih berfungsi
berlangsung di bagian . . . .
a. glomerulus
b. tubulus kontortus distal
c. tubulus kontortus proksimal
d. simpai Bowman
6. Urutan jalannya urine adalah . . . .
a. rongga ginjal-uretra-kantong kemih-ureter
b. rongga ginjal-ureter-uretra-kantong kemih
c. rongga ginjal-ureter-kantong kemih-uretra
d. rongga ginjal-kantong kemih-ureter-uretra
7. Zat yang tidak terdapat di dalam urine sehat adalah . . . .
a. garam
b. urea
c. zat warna empedu
d. glukosa
16 IPA Terpadu IX
Untuk nomor 8 – 10 perhatikan gambar penampang kulit berikut!
8. Kelenjar keringat ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
9. Lapisan malpighi ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
10. Lapisan tanduk ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
11. Bagian terpenting dari kulit kita yang mendukung proses ekskresi
adalah . . . .
a. kelenjar keringat
b. kelenjar minyak
c. lapisan tanduk
d. saraf
Sistem Ekskresi pada Manusia 17
12. Selain sebagai alat ekskresi, hati memiliki fungsi yang lain, di
antaranya adalah sebagai berikut, kecuali . . . .
a. tempat pembentukan trombin
b. tempat pembentukan glikogen
c. tempat pembongkaran sel darah merah
d. tempat pengubahan provitamin D menjadi vitamin D
13. Gangguan penyakit nefritis akut disebabkan karena adanya
kerusakan ginjal dalam bagian tertentu. Bagian yang dimaksud
adalah . . . .
a. ureter c. rongga ginjal
b. nefron d. korteks ginjal
14. Lapisan kulit yang selalu mengalami pengelupasan adalah . . . .
a. lapisan tanduk c. epidermis
b. dermis d. lapisan malpighi
15. Lapisan kulit yang dapat melindungi jaringan di bawahnya dari sinar
matahari yang panas adalah lapisan . . . .
a. lemak c. malpighi
b. tanduk d. dermis
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!
1. Lengkapilah gambar berikut ini dengan keterangan nama-nama
bagiannya!
2
1
4
3
5
6
18 IPA Terpadu IX
P r o y e k
2. Sebutkan lapisan-lapisan kulit beserta fungsinya!
3. Sebutkan tiga tahap terbentuknya urine!
4. Jelaskan fungsi kulit sebagai pengatur suhu tubuh!
5. Sebutkan 3 kelainan atau penyakit pada sistem ekskresi!
Carilah informasi dari berbagai sumber (buku, majalah, televisi,
radio, internet, dan sumber lainnya) untuk mengungkap gangguan/
kelainan yang dikenal dengan istilah “kencing manis” atau “diabetes
melitus”! Carilah informasi mengenai penyebabnya, alat tubuh yang
terganggu apa, dan cara untuk mengatasinya bagaimana! Tulislah
informasi yang kalian dapatkan dalam bentuk karangan yang dapat
kalian tempel dalam majalah dinding kelas atau majalah dinding
sekolah!
Tips And Trik Biologi Tentang Asal Usul Kehidupan

Sebelum memulai kehidupan kita untuk petualangan menjelajahi materi asal usul kehidupan, terlebih dahulu kita harus  tahu apa konsep dasar fundamental tentang hidup.

Kehidupan sebenarnya memiliki empat ciri pokok menurut paham reduksionis, yaitu :

  1. Bergerak
  2. Metabolism
  3. Iritabilitas
  4. Reproduksi

Tips.

Ciri-ciri mahluk hidup :
                       
                                    SINARR PETIR      
Si = sintesis
N = nutrisi
A = adaptasi
R = regulasi
R = respirasi

P = pertumbuhan dan perkembangan
E = ekskresi
T = transportasi
I = iritabilitas
R = Reproduksi





Tips.

Beberapa teori tentang asal usul kehidupan yang sering ditanyakan dalam soal-soal ujian adalah :

  1. Teori abiogenesis : kehidupan dinyatakan dalam berasal dari benda tak hidup.
Penganutnya : A J A (Aritoteles, John Nedham, dan Antonie van Leeuwenhoek)

  1. Teori biogenesis : kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya (Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo)
Penganutnya : F L L (Francesco Redi > daging : Louis Pasteur > air kaldu dan botol leher angsa angsa ; serta LAzzaro Spallanzani > air kaldu dan tabung lurus)

  1. Teori evolusi kimia : kehidupan berasal dari reaksi gas-gas di atmosfer, produk berupa asam amino.
Penganutnya: Harold urey ( penggagas pertama) dan Stanley Miller (pendukung teori Urey), disingkat HUSM.

  1. Teori evolusi biologi dan kimia (biokimia) : kehidupan berasal dari zat-zat anorganik yang dinkonversi menjadi senyawa organic yang diprediksi terbentuk pertama kali di lautan.
    penganutnya : AIO (A. I. Oparin).


Teori evolusi kimia :

Bahan :                        Mediator :                                           Ptoduk :
CH4  NH3                          Sinar kosmik dan petir                        Asam Amino
H2    H2O

Tips.

Berdasarkan teori evolusi biologi dunyatakan :

Tahapan awal kehidupan dimulai dari
mikrosfer-progenot-eugenot-prokariot awal-urikariot-eukariot.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code